Selasa, 26 Mei 2020

Kacamata dokter

17.28 Selasa 26 mei 2020 rumah


Kakak  ipar ku kerja di pom bensin dekat stadion Bima suatu ketika membawakan bola futsal dari lapangan futsal dekat pom be
nsin untuk diberikan padaku.

Suatu siang setelah hujan dan masih gerimis aku dan saudara-saudara sepupuku main bola di lapangan bola desa, setelah main bola perutku sebelah kanan tiba-tiba terasa sakit luar biasa, lalu ibuku membuat kunir&ampuh untuk diminumkan kepada ku, lalu ibuku juga memanggil salah seorang tukang pijat, juga mamang ku memijat perutku, setelah itu sakit perutku berkurang. Tapi ternyata dimalam hari perutku terasa sakit kembali, hingga akhirnya pada malam hari ku menuju puskesmas kecamatan bersama saudaraku untuk diperiksakan dan ternyata puskesmas tidak cukup memadai hingga menyuruh kami pergi kerumah sakit Arjawinangun. Kami sempat berhenti di rumah sakit Hasna Medika Palimanan hendak berobat disitu namun rumah sakit penuh, lalu kami akhirnya melanjutkan menuju rumah sakit Arjawinangun, sesampainya di sana kami masuk ke UGD dan kami diperiksa dokter jaga, dan katanya ini kalau bukan lambung bisa jadi usus buntu, lalu aku diberi obat dan Alhamdulillah tidak terasa sakit lagi, lalu setelah itu kami dibawa pulang kembali ke rumah karena sudah mendingan.
Sesampainya dirumah, pas ketika dini hari perutku kembali terasa sakit hebat lalu ibuku memutuskan untuk membawaku kembali ke rumah sakit, aku dibonceng kerumah sakit dengan ibu dan mamngku, disana aku sampe digendong oleh mamangku, setelah itu aku kembali lagi ke UGD, dan pada siangnya ku disuruh ke poli dalam, dengan duduk di kursi roda, aku didorong oleh ibu dan kakakku yang datang menyusul sekalian mengurus persuratan dan pendaftaran poli dalam, setelah ku menunggu lama giliran masuk poli dalam, akhirnya giliranku dan bertemu dokter, lalu dokter mengatakan bahwa aku harus dioperasi, lalu kubertanya pada dokter apakah operasi itu sakit dok, dan dokter menjawab tidak sakit.
Kemudian, setelah itu kami menuju rumah sakit Arjawinangun yang lama yakni didekat pasar, ayahku yang sedang berdagang dijakarta dihubungi dan diberi tahu bahwa keadaanku seperti ini dan langsung saja ayahku bergegas pulang, setelah itu disana aku di USG untuk melihat penyakitku didampingi ayahku, dengan sebuah alat USG dokter menempelkan pada perutku dan aku sebenarnya merasa kesakitan, setelah itu aku kembali ke kamar inapku dan dokter menyuruhku berpuasa dari malam hingga waktu operasi di siang hari.
Aku diantar oleh wawaku menuju ruang operasi, wawaku begitu sayang padaku, dia sangat perhatian, hingga tiba dekat ruang operasi wawaku menangis karena sedih dengan keadaanku.
suhu dingin khas ruang operasi masih ku ingat, dengan badan yang tak berpakaian dan sendirian tanpa ditemani keluarga dimeja operasi dengan perasaan tak karuan, dengan kira-kira 6 orang disekitaran termasuk dokter, ku disuruh duduk untuk disuntik obat bius dibagian tulang ekor dan beberapa menit kemudian mati rasa setengah badan, dalam keadaan berbaring ku dihalangi semacam gorden sehingga ku tak bisa melihat bagian dadaku hingga kebawah, dipasangkanlah tensimeter otomatis pada tangan kananku yang nantinya kira-kira beroperasi 3 menit sekali, ku meminta agar dikecilkan suhunya namun tidak boleh, dokter mengecek apakah obat bius berfungsi atau belum dengan menyuruhku mengangkat salah satu kaki yang awalnya biasa saja, berat hingga lama-kelamaan tak sanggup kuangkat.
Dimulailah operasi, perutku terasa agak geli ketika dokter mulai menyayatnya, saya melihat perutku yang disayat dan sedang dicari penyakitnya, terlihat berwarna merah karena darah, ku melihatnya dari kacamata operasi dokter yang memantulkan bayangan gambar perutku, dan sebentar aku mengalihkan pandanganku, dan tibalah diakhir perutku dijahit dan aku merasa aneh pada perutku walau tidak sakit, setelah keluar dari ruangan operasi ku disambut oleh ibu dan Wawa ku.


Selsai 21.39 Selasa 26 mei 2020


Jumat, 15 Mei 2020

Siapa itu " R.A Kartini"

Oleh: Muhammad Agung Bakti

Aku heran mengapa tanggal 21 april diperingati sebagai hari R.A Kartini
Siapakah ia, bagaimanakah ia, dan mengapa harus ia?

Ku mulai bertanya perihal esensi
Satu persatu orang kutanyai
Kebanyakan menjawab perjuangan kartini
tentang kesetaraan dan emansipasi

Ku perhatikan saat 21 april perayaan
Berbagai macam kegiatan diselenggarakan
Mulai dari lomba-lomba yang militan
Hingga seminar-seminar yang berkaitan

Belum juga kutemukan jawaban pasti
Akan pertanyaan-pertanyaan tentang R.A  Kartini
Ku memutuskan untuk membaca sejarah tentang R.A Kartini
Dan ku mulai menemukan jawaban-jawaban pasti

R.A Kartini?
Dia bukanlah seseorang
Tapi ia adalah semangat juang
Tidak terbatas oleh waktu
Tapi ia kan hidup selalu

Semangat juang dalam kebenaran
Tuk merekahkan keadilan
Yang menjadi hak semua insan
Harus dilindungi bukan diberikan



Kamis, 11 Februari 2016

mutiara hikmah

 MUTIARA HIKMAH

" Sangat benar jika kita terheran saat melihat seorang ibu dan bapak menyuapi bayinya dengan kotoran. Akan tetapi pernahkah kita benar-benar merasa terheran saat ada seorang ibu atau bapak memberi makan anaknya dari sesuatu yang haram? Atau mungkin kita sendiri yang melakukanya? Jika kita belum bisa terheran maka kita adalah manusi aneh yang mengherankan. Sebab sesuatu yang haram adalah sangat kotor di hadapan Alloh "
‪#‎Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya_Ke‬-26

" Tidak ada dosa besar bagi orang yang menyesalinya begitu sebaliknya tidak ada dosa kecil bagi orang yang meremehkannya.Meremehkan dosa adalah merendahkan Allah itulah yang menjadikan dosa menjadi besar.Tidak ada yang melakukan dosa besar kecuali karena dimulai dari meremehkan dosa kecil. Yang tidak pernah menyesali dosa kecil akan mudah terjerumus dalam dosa besar "
‪#‎Mutiara_Hikmah_Buya_Yahya_Ke‬-28
Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah, bergerak dalam berbagai Sektor Dakwah : Mulai dari Pendidikan Formal, Pesantren, Majelis Taklim, Media Dawah yang meliputi Radio, TV, Kepustakaan : Buku, Buletin dll.
Bagi anda yang berminat : Mari Bergabung Bersama Tim Al-Bahjah Cirebon, apapun basic & pekerjaan anda.
Silahkan hubungi Tim Dakwah
Al-Bahjah Pusat : 082321921313

renungan

assalamu'alaikum wr,wb
bismillahirrokhmanirrokhim 
Allah SWT Yang Maha Mulia berfirman : كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dihadirkan Allah di tengah-tengah bangsa manusia. Allah Yang Maha Mulia menyanjung hamba-hamba-Nya, menyanjung kita sebagai hamba yang mulia, akan tetapi harus ada cirri khas. Punya peran / kiprah di dalam amar ma’ruf nahi munkar. Yang bisa difahami dari ayat itu bahwasannya sanjungan itu tidak hanya diberikan kepada orang yang mempunyai ilmu. Akan tetapi kepada semua manusia yang mau mengambil bagian mengajak kepada kebaikan dan menjauhkan hamba-hamba Allah dari kemungkaran, sehingga tugas mengajak kepada kebaikan dan menjauhkan dari kemungkaran adalah tugas semuanya. Maka dari itu kami mengajak kepada semuanya untuk bisa bergabung di dalam program pencarian kemuliaan sesungguhnya yaitu mulia di hadapan Allah, untuk mendapat sanjungan dari Allah SWT yaitu menjadi juru dakwah. Kami mengajak kepada semua. Apakah yang mempunyai keahlian dalam urusan radio atau mungkin ada hamba-hamba Allah yang mempunyai kelebihan harta, mari kita bergabung bersama menjadi juru dakwahnya Rasulullah SAW. Yang paling dekat diantara kita di hadapan Rasulullah SAW nanti, bukan Kyainya, bukan Ustadznya. Akan tetapi siapapun yang berjuang disini, baik yang bejuang dengan hartanya, atau pikirannya atau tenaganya, atau dengan ilmunya yang tulus dari mereka. Maka semoga dengan ajakan kami ini banyak hamba Allah yang bisa bergabung, semoga semakin besar, semakin banyak sahabat dan kawan-kawan kami untuk bisa berjuang di jalan Allah SWT. Dan sungguh kami merindukan semakin banyak orang yang mendapatkan kemuliaan dan mendapatkan sanjungan dari Allah SWT. Semoga Allah membuka hati kita dan menjadikan kita semua sebagai pejuang-pejuang di ja lan-Nya. Hingga kita kelak bisa bersanding duduk dengan Nabi Muhammad SAW.
wallahu a'lam bish-showaab..wassalamu'alaikum wr.wb